Translate

Total Tayangan Halaman

Followers

Jumat, 28 April 2017

Membina Keluarga Sakinah

Bimillahirrahmanirrakhim

Membina Keluarga Sakinah



Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokatuh


“Aku (Alloh) tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali Aku ciptakan agar mereka menyembah kepada Ku ” QS Adh Dzaruiyat : 56
Ibadah kepada Allah :
Ibadah Asas : 1. Mempelajari, memahami, meyakini rukun iman
                     2. Mempelajari, memahami, meyakini rukun islam
                      (Amalan wajib)
Fadloilul Amal : Amalan Utama yang bagus- menambal ibada fardlu yang cacat
                      (Amalan sunnah)
Ibadah Umum : Seluas dunia, segala sesuatu yang mubah yang dilakukan karena Allah

5 Syarat Aktifitas menjadi ibadah :
1. Niat karena Allah
2. Perkara yang dibuat sesuai syariat
3. Cara pelaksanaan
4. Hasil yang kita lakukan digunakan sesuai syariat
5. Tidak meninggalkan Ibadah Asas

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah akan terwujud aabila seluruh anggota keluarga melaksanakan tugas, tanggung jawb sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi untuk ibadah

Sakinah = Tenang Tenteram
Mawaddah = Cinta,  Harapan
Rahmah = Kasih sayang


Pengelolaan Wakaf di Indonesia

Badan Wakaf Indonesia (BWI) adalah lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Badan ini dibentuk dalam rangka mengembangkan dan memajukan perwakafan di Indonesia. BWI dibentuk bukan untuk mengambil alih aset-aset wakaf yang selama ini dikelola oleh nazhir (pengelola aset wakaf) yang sudah ada. BWI hadir untuk membina nazhir agar aset wakaf dikelola lebih baik dan lebih produktif sehingga bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat, baik dalam bentuk pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun pembangunan infrastruktur publik.

Berdasarkan Pasal 49 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, BWI mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:
1.      Melakukan pembinaan terhadap nazhir dalam me-ngelola dan mengembangkan
harta benda wakaf.
2.      Melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf berskala nasional
dan internasional.
3.      Memberikan persetujuan dan atau izin atas perubahan peruntukan dan status harta
benda wakaf.
4. Memberhentikan dan mengganti nazhir.
5. Memberikan persetujuan atas penukaran harta benda wakaf.
6. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Pemerintah dalam penyusunan
    kebijakan di bidang perwakafan.
Kemudian, melalui Peraturan BWI Nomor 1 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Wakaf Indonesia, BWI menjabarkan tugas dan wewenangnya sebagai berikut:
1.Melakukan pembinaan terhadap nazhir dalam mengelola dan
    mengembangkan harta benda wakaf.
2. Membuat pedoman pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf.
3. Melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf berskala
    nasional dan internasional serta harta benda wakaf terlantar.
4. Memberikan pertimbangan, persetujuan, dan/atau izin atas perubahan
    peruntukan dan status harta benda wakaf.
5. Memberikan pertimbangan dan/ atau persetujuan atas penukaran harta benda wakaf.
6. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Pemerintah dalam penyusunan kebijakan di bidang perwakafan.
7. Menerima, melakukan penilaian, menerbitkan tanda bukti pendaftaran nazhir, dan mengangkat kembali nazhir yang telah habis masa baktinya.
8. Memberhentikan dan mengganti nazhir bila dipandang perlu.
9. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Menteri Agama dalam menunjuk Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).
10. Menerima pendaftaran Akta Ikrar Wakaf (AIW) benda bergerak selain uang dari Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BWI bekerja sama dengan Kementerian Agama (c.q. Direktorat Pemberdayaan Wakaf), Majelis Ulama Indonesia, Badan Pertanahan Nasional, Bank Indonesia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Islamic Development Bank, dan berbagai lembaga lain. Tidak tertutup kemungkinan BWI juga bekerja sama dengan pengusaha/ investor dalam rangka mengembangkan aset wakaf agar menjadi lebih produktif. Wakaf di Indonesia berupa Wakaf Tanah, Wakaf Uang, dan lain lain.
DATA TANAH WAKAF SELURUH INDONESIA
NO
PROVINSI
JUMLAH
SUDAH
SERTIFIKAT WAKAF
BELUM
SERTIFIKAT WAKAF
LUAS
TOTAL  (M2)
1
Nanggroe Aceh Darussalam
24.898
13.730
11.168
767.869.011,580
2
Sumatera Utara
16.280
7.761
8.519
36.035.460,000
3
Sumatera Barat
6.721
4.554
2.167
57.761.212,250
4
Sumatera Selatan
8.513
3.605
4.908
2.854.715,960
5
Riau
8.273
3.057
5.216
1.080.551.544,340
6
Jambi
5.870
4.110
1.760
14.690.497,000
7
Bengkulu
3.772
2.208
1.564
10.372.705,000
8
Lampung
14.591
8.372
6.219
22.990.814,000
9
Bangka Belitung
1.052
755
297
2.882.311,000
10
Kepulauan Riau
1.260
336
924
70.383.902,000
11
DKI Jakarta
6.317
4.383
1.934
9.588.868,670
12
D.I. Yogyakarta
7.846
7.558
288
2.651.551,000
13
Jawa Barat
74.860
45.873
28.987
116.662.017,810
14
Jawa Tengah
103.294
82.641
20.653
163.169.706,970
15
Jawa Timur
74.429
54.193
20.236
58.239.272,200
16
Banten
17.781
10.843
6.938
1.429.968.288,000
17
Bali
1.269
1.132
137
1.926.202,000
18
Kalimantan Barat
5.123
2.318
2.805
29.951.942,090
19
Kalimantan Tengah
2.502
1.724
778
41.316.207,710
20
Kalimantan Selatan
9.866
7.369
2.497
110.208.614,000
21
Kalimantan Timur
3.535
1.342
2.193
14.165.538,940
22
Sulawesi Utara
897
310
587
1.457.963,000
23
Sulawesi Tenggara
2.606
1.530
1.076
4.913.253,000
24
Sulawesi Tengah
3.197
1.874
1.323
5.782.021,000
25
Sulawesi Selatan
10.109
5.647
4.462
10.970.398,508
26
Sulawesi Barat
2.593
902
1.691
5.552.484,000
27
Papua
346
142
204
694.466,000
28
Papua Barat
338
105
233
591.117,000
29
Nusa Tenggara Timur
1.266
1.043
223
3.848.861,000
30
Nusa Tenggara Barat
12.105
7.031
5.074
25.816.325,000
31
Maluku
597
270
327
5.006.359,000
32
Maluku Utara
1.562
935
627
30.223.191,000
33
Gorontalo
1.727
776
951
3.367.467,338
JUMLAH
435.395
288.429
146.966
4.142.464.287,906
Sumber: Direktorat Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama RI tertanggal 14 Maret 2014.
Wakaf uang bukan hanya menjadi alternatif baru bagi umat Islam di Indonesia dalam berwakaf, tapi juga berfungsi memberikan solusi bagi upaya peningkatan kesejahteraan umat secara lebih luas.  Diperkenalkannya wakaf uang ini dalam kehidupan umat Islam di Indonesia telah menggeser paradigma lama bahwa wakaf hanya dimungkinkan terhadap benda-benda tidak bergerak seperti masjid, tanah pertanian dan tanah kuburan dan lain sebagainya. Selain itu, diperkenalkannya kembali wakaf uang ini juga telah memberikan kesempatan luas bagi setiap umat Islam dari berbagai kalangan  untuk dapat berpartisipasi menunaikan wakaf uang sekalipun tidak dalam jumlah yang besar. Harta wakaf dibangunkan dengan berbagai proyek yang boleh mendatangkan manfaat ekonomi kepada umat Islam secara langsung maupun tidak langsung. [1]



[1] http://bwi.or.id/ , diakses pasa Sabtu, 26 Desember 2015, pada pukul 11.30 WIB