Translate

Total Tayangan Halaman

Followers

Kamis, 25 Oktober 2012

Ekonomi Publik Kegagalan Pasar


KEGAGALAN PASAR

•   Kegagalan pasar terjadi apabila mekanisme pasar tidak dapat berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi yang ada dalam masyarakat.
•        Pemerintah ikut campur tangan agar alokasi sumber ekonomi dapat tercapai secara efisien.
•        Kegagalan pasar disebabkan karena biaya transaksi pertukaran bukanlah tanpa biaya
ð Faktor-faktor penyebab kegagalan pasar:
•        Adanya Common goods
•        Adanya unsur ketidaksempurnaan pasar
•        Adanya barang publik
•        Adanya eksternalitas
•        Adanya pasar tidak penuh (incomplete market)
•        Adanya kegagalan informasi
è Adanya Common goods
•        Dasar adanya sistem pasar persaingan sempurna adalah property rights.
•        Beberapa jenis barang, hak kepemilikan tidak dapat diberikan kepada satu individu.
•        Dalam hal kekayaan yang dimiliki bersama maka perilaku yang optimal bagi setiap individu merupakan tindakan yang tidak optimal dipandang dari segi kelompok.
Dua hal yang muncul dalam kasus kekayaan bersama:
•        Indivisibility. Menyebabkan suatu kekayaan tidak dapat diberikan hak kepemilikannya kepada setiap anggota kelompok.
•        Jumlah kelompok masyarakat.
•        Munculnya free riders yaitu sikap  yang tidak menyatakan dengan sebenarnya manfaat suatu barang  atau jasa dengan maksud agaria dapat memanfaatkan barang tersebut tanpa harus  membayarnya
•        Timbul peranan pemerintah untuk mengatur kekayaan dalam kategori common property.
•        Hirsch menyatakan adanya barang lain yang juga memerlukan campur tangan pemerintah yaitu positional goods : barang yang jumlahnya terbatas dan tidak dapat di tambah dalam jangka waktu pendek
è Adanya unsur ketidaksempurnaan pasar
•        Pada pasar persaingan sempurna maka setiap produsen maupun konsumen tidak dapat mempengaruhi harga.
•        Mekanisme harga tidak berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi dalam keadaan pasar persaingan tidak smepurna (monopoli)
ð Monopoli Alamiah
•        Beberapa jenis barang hanya dapat diproduksi oleh satu produsen.
•        Adanya persaingan sehingga hanya ada satu produsen yang bertahan.
•        Pasar terlalu kecil
•        Investasi yang dibutuhkan sangat besar  ex: Perusahaan kereta api, perusahaan listrik.
ð Bentuk monopoli alamiah yang ekstrim:
•        Bentuk usaha yang mempunyai marginal cost sama dengan nol.
•         Keadaan dimana konsumsi seorang akan suatu barang/jasa, tidak menambah biaya produksi marginal ex: pemancar radio, jalan
è Adanya barang publik
•        Jenis barang sangat dibutuhkan masyarakat tetapi tidak ada pihak swasta yang memproduksi.
•        Dua karakteristik barang publik murni :
•        Non rivalry
•        Non excludability
•        Pemerintah yang harus menghasilkan barang publik agar kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan
EKSTERNALITAS
è Adanya eksternalitas
•        Eksternalitas Timbul karena tindakan konsumsi atau produksi dari satu pihak mempunyai pengaruh terhadap pihak yang lain
•        Tidak ada kompensasi yang dibayar oleh pihak yang menyebabkan
ð Dua syarat terjadinya eksternalitas:
•        Adanya pengaruh dari suatu tindakan
•        Tidak adanya kompensasi yang dibayarkan atau diterima.
ð Eksternalitas karena tindakan konsumsi:
•        Bersifat positif  ex : ani bermain piano dan terdengar tetangganya dan tetangganya senang mendengarkan suara piano
•        Bersifat negatif  ex : ani bermain piano dan terdengar tetangganya dan tetangganya terganggu karena suara piano itu
•        Eksternalitas dari tindakan produksi :
•        Bersifat negatif  ex : proses produksi menimbulkan pencemaran
ð Dua jenis eksternalitas:
•        Technical externalities : tindakan seseorang akan mempengaruhi tindakan orang lain tanpa ada kompensasi
•        Pecuniary externalities :
•        menyangkut harga dalam perekonomian, yaitu mempengaruhi kendala anggaran (budget contraints).
•        Hanya mempengaruhi harga tanpa mempengaruhi kemungkinan teknis (technical possibilities) produksi atau konsumsi.
ð Dalam perekonomian terdapat empat kemungkinan eksternalitas:
•        Konsumen – konsumen. Tindakan seorang konsumen yang menimbulkan eksternalitas bagi konsumen lain
•        Konsumen – produsen. Tindakan seorang konsumen yang menimbulkan eksternalitas (positif atau negatif) terhadap produsen.
•        Produsen – konsumen. Misal : pabrik yang menyebabkan polusi sungai sehingga menggangu penduduk yang menggunakan air sungai tersebut.
•        Produsen – produsen. Misal : sebuah pabrik yang menimbulkan polusi air mengakibatkan kenaikan biaya  produksi lain yang menggunakan air sebagai salah satu faktor produksi.
•        Eksternalitas menyebabkan harga-harga yang ditetapkan pengusaha tidak mencerminkan kelangkaan faktor produksi.
•        Diperlukan peranan pemerintah
•        Adanya eksternalitas menimbulkan peranan alokasi pemerintah dalam perekonomian
•        Eksternalitas disekonomi yang negatif:
•        Pemerintah mengenakan pajak pada penyebab polusi sampai polusi yang ditimbulkannya mencapai nilai 0
KET :
Ø Kurva D menunjukkan kurva permintaan akan kertas
Ø  Kurva S menunjukkan kurva penawaran kertas.
Ø  P dan Q equilibrium adalah 0H1 dan 0X1
Ø  Pada 0X1 terdapat eksternalitas dengan biaya yang dikeluarkan masyarakat sebesar Rp. 100.000,-/ 0X1 (sama dengan k)
Ø  Misal pabrik tersebut membayar pajak sebesar Rp. k per unit.

PASAR TIDAK LENGKAP ( INCOMPLETE MARKET)
Suatu pasar yang menghasilkan barang dan jasa yang biaya produksinya lebih kecil daripada harga yang mau dibayar oleh masyarakat tetapi pihak swasta tidak mau menyediakannya.
è Adanya kegagalan informasi
•        Pada beberapa kasus masyarakat sangat membutuhkan informasi yang tidak dapat disediakan oleh pihak swasta ex: prakiraan cuaca
è Adanya kegagalan pemerintah:
•        Tidak selamanya campur tangan pemerintah menyebabkan peningkatan kesejahteraan karena ketidakefisienan pemerintah  :
•        Informasi yang terbatas
•        Pengawasan yang terbatas atas reaksi swasta
•        Pengawasan yang terbatas atas perilaku birokrat
•        Hambatan dalam proses politik

è Anggaran, Birokrat dan Efesiensi

•        Birokrasi dapat di definisikan sebagai departemen yang menangani penyediaan jasa yang dihasikan pemerintah
ð Efesiensi dibedakan menjadi 2:
•        Alokatif efisiensi (allocative efficiency). Alokasi sumber-sumber ekonomi sesuai dengan anggaran (budget constrain) konsumen barang dan jasa.
•        X-efisiensi (X-efficiency). Menunjukkan kondisi pada penawaran (supply side).  Penyediaan suatu barang atau jasa sudah dilaksanakan dengan biaya minimum. Menunjuk kondisi dimana penyediaan barang dan jasa tidak terjadi pada batas efisiensi (efficiency frontier)
è Analisis Ekonomi Mengenai Birokrasi
•        Pandangan Niskanen. Sebagaimana juga dengan orang lain Birokrat adalah pihak yang memaksimumkan kepuasannya, yaitu gaji, jumlah karyawannya, reputasi dan status sosialnya.
KET:
Ø  Kurva CGD menunjukkan kurva permintaan
Ø  Kurva LRAC = LRMC diasumsikan konstan.
Ø  Posisi monopolis pada Q1 dan P1, profit P1CBP2.
Ø  Perusahaan yang tidak memperoleh keuntungan di 0Q2 dan 0P2
Ø  Birokrat memperoleh anggaran 0P2AQ3
Ø  OP2 merupakan harga yang menjamin pareto optimpal
Ø  Pada monopolis welfare loss sebesar CBF dan birokrat sebesar FAG
•        Fungsi utilitas birokrat berkaitan dengan besarnya anggaran. Kepuasan maksimum berarti memaksimumkan anggaran pemerintah.
•        Birokrat bukan seorang yang netral dalam proses pembuatan anggaran
•        Cenderung menghasilkan barang atau jasa yang lebih besar daripada yang seharusnya
•        Terjadi inefisiensi dalam penggunaan sumber ekonomi.


TEORI BARANG PUBLIK
Barang publik yang disediakan pemerintah:
•      Merupakan barang milik pemerintah yang dibiayai melalui anggaran belanja negara.
•      Sistem perekonomian sosialis sebagian besar barang-barang swasta dihasilkan pemerintah.
•      Sistem perekonomian kapitalis sebagian besar barang-barang publik dihasilkan oleh sektor swasta 
KET :
Ø  Titik L alokasi sumber ekonomi 100% digunakan sektor swasta.
Ø  Titik K alokasi sumber ekonomi 100% digunakan menghasilkan barang publik.
Ø  Titik A dianggap titik optimal.
Ø  Titik B sumber ekonomi tidak mencapai alokasi optimum.

FKM (Fungsi kesejahteraan masyarakat):
•        Mencerminkan secara keseluruhan keinginan anggota masyarakat atas barang swasta dan publik yang ditentukan:
•        Distribusi pendapatan
•        Distribusi kekayaan
•        Kehendak wakil-wakil rakyat.
•        Bentuk FKM yang cekung:
–       Mencerminkan adanya tingkat pertukaran marginal antara barang swasta da barang publik.
•        Kurva Kemungkinan Produksi (KKP)
   Untuk menentukan berapa jumlah barang yang dapat dihasilkan masyarakat dengan sumber-sumber ekonomi yang ada.
•        KKP yang cembung (concave):
   Menunjukkan suatu kenyataan bahwa sumber-sumber ekonomi tidak dapat dialihkan untuk membuat barang lain dengan tingkat efisiensi yang sama.

ð Teori Pigou
•        Barang publik harus disediakan sampai suatu tingkat dimana kepuasan marginal akan barang publik sama dengan ketidakpuasan marginal (marginal disutility) akan pajak yang dipungut untuk membiayai program-program pemerintah atau untuk menyediakan barang publik.
KET :
Ø  UU merupakan kurva kepuasan marginal.
Ø  PP merupakan kurva ketidakpuasan marginal (pembayaran pajak)
Ø  Titik F kepuasan marginal barang publik (CF) lebih kecil daripada ketidakpuasan masyarakat akan pembayaran pajak (FI).
Ø  Titik D kepuasan marginal barang publik (AD) lebih besar daripada ketidakpuasan masyarakat akan pembayaran pajak (DG).
Ø  Titik D menunjukkan bahwa barang publik dihasilkan dalam jumlah yang terlalu sedikit.
Ø  Titik E adalah keadaan optimum.
ð Kelemahan teori pigou:
•        Analisis berdasar kepuasan dan ketidakpuasan.
•        Kepuasan dan ketidakpuasan tidak dapat diukur secara kuantitatif karena sifatnya ordinal.
ð Teori Bowen
•        Teori mengenai penyediaan barang-barang publik dan teorinya didasarkan pada teori harga seperti hal nyapada penentuan harga barang-barang swasta
KET :
Ø  Ss kurva penawaran
Ø  Kurva DA dan DB kurva permintaan individu A dan B.
Ø  Kurva D(A+B) merupakan kurva permintaan pasar.(penjumlahan secara horisontal)
Ø  Harga pasar adalah OP0
KET :
Ø  Kurva DA dan DB menunjukkan kurva permintaan individu A dan B akan barang publik.
Ø  D(A+B) diperoleh dengan menjumlahkan secara vertikal kurva DA dan DB.
Ø  0Y jumlah barang yang disediakan pemerintah.
Ø  Terdapat perbedaan kepuasan antara A dan B
Ø  Individu A bersedia membayar sebanyak 0PA dan individu B sebesar 0PB.
Þ    Perbedaan barang swasta dan barang publik
Ø                 Barang Swasta :   Barang Publik
Ø  Harga:      P = PA = PB           P = PA + PB
Ø  Jumlah Barang:    X = XA + XB           G = GA = GB
Ø  P : harga barang
Ø  X : jumlah barang swasta yang dihasilkan
Ø  G : Jumlah barang publik yang dihasilkan
Ø  A,B : Individu A, B.
ð Kelemahan teori Bowen:
•        Menggunakan analisis permintaan dan penawaran
•        Pada barang publik tidak ada prinsip pengecualian (sehingga masyarakat tidak mau mengemukakan kesenangan/preferensi mereka akan barang tersebut sehingga kurva permintaannya menjadi tidak ada.
ð Teori Erick Lindahl
•        Mengemukakan analisis yang mirip dengan teori yang dikemukakan oleh bowen hanya saja pembayaran masing-masing konsumen tidak dalam bentuk harga absolut akan tetapi berupa presentase dari totalbiaya penyediaan barang publik
ð Kelemahan Teori Erick Lindahl
•        Hanya membahas mengenai barang publik tanpa membahas mengenai penyediaan barang swasta

ð Teori Samuelson
•        Menyempurnakan teori pengeluaran pemerintah dengan sekaligus menyertakan barang sektor swasta. Samuelson menyatakan bahwa adanya barang publik yang mempunyai 2 karakteristik (non-exclusionarydan non-rivalry tidaklah berarti bahwa perekonomian tidak dapat mencapai pareto optimal
ð Kelemahan Teori Samuelson
•        Hasil Analisis sangat tergantung pada tingkat kesejahteraan individu mana yang pilih (individu R atau S)
ð Teori Anggaran
•        Menerangkan mengenai penyediaan barang-barang publik adalah teori alokasi barang-barang publik melalui anggaran
ð Kelemahan Teori Publik
•        Digunakannya kurva indeferens sebagai alat analisis yang baik dari segi teori akan tetapi kurang bermanfaat untuk aplikasi penggunaannya dalam kenyataan sehari-hari